Tuesday, October 10, 2006
..liebeee..
Ketika berpikir mengenai pasangan dan semua yang sudah dijalin selama ini, rasanya terlalu salah bila dikatakan kalau punya pasangan artinya ada sesorang yang selalu bisa menemani kemana saja, diajak ke pesta atau sekedar ngopi, digandeng ketika sedang jalan-jalan di mall, membukakan pintu (mobil, rumah, gedung) seperti adegan-adegan di telenovela, dan dicumbu sesukanya ketika tidak ada yang melihat.
Kekasih saya berarti lebih dari sekedar adegan-adegan telenovela, saya dan dia adalah tipikal pasangan yang modern, independen walau tanpa ditemani yang satunya, lebih dari sekedar teman ngopi dan teman yang bisa dicumbu, kekasih saya adalah sahabat yang sabar, penuh dengan perhatian yang tidak selalu verbal bentuknya, jauh dari ucapan-ucapan kata mesra dan romantis, tidak setiap hari bertemu, dan sama-sama tidak ingin menjadikan pernikahan adalah tren masa kini yang harus diikuti ketika semua orang melakukannya.
Entah berapa kali banyaknya orang-orang disekitar kami berdua yang mempertanyakan perihal kapan kami akan menikah, dan pastinya entah berapa kali banyaknya pula kami menjelaskan bahwa kami memang tidak mau menikah secepat itu, bukan tidak bisa.
Kami adalah pasangan yang percaya, bahwa suatu haripun akhirnya kami berdua akan melangkah di altar Tuhan dan bersatu sebagai rekanan sehidup semati, dengan pesta kecil yang manis tapi bersahaja, bersama keluarga dan sahabat-sahabat yang selama ini ada di sela-sela hari kami bersayang-sayangan, sebuah hari dimana semua harapan yang selama ini hanya berbentuk doa dan jerih payah menjadi kenyataan yang bisa dibingkai besar dalam kanvas dan digantung dirumah masa depan kami berdua, lengkap dengan snap shot wajah-wajah mereka semua yang kami sayang.
Dua hari lagi, saya dan dia akan merayakan tiga tahun kebersamaan kami berdua selama ini, waktu terpanjang yang pernah saya (dan dia) tempuh “bersama” seorang yang sama, rasanya lucu bila mengingat semua pertengkaran, cerita-cerita, kejenuhan, teleponan di malam hari, serta semua hal lain yang bila didaftar bisa membuat sebuah buku setebal harry potter itu bisa bertahan dalam hitungan tahun.
Ada harapan yang baru menggantikan harapan-harapan lama yang sudah tercapai, dan sepertinya akan terus begitu, namun disela-sela pergantian semua itu, biarlah sekali lagi boleh dipanjatkan doa supaya harapan-harapan baru ini diterima oleh Tuhan dan biarlah hanya Dia yang menentukan tanggal kapan kami akan mengucap janji sepasang suami istri dihadapanNya, sampai menuju hari itu, biarlah hari ini dan seterusnya, rasa sayang yang kami punya sekarang ini dibagi untuk semua yang kami sayang, sebelum kami menjadi eksklusif dan punya waktu yang lebih sedikit untuk dibagi.
sebanyak-banyaknya,
sebaik-baiknya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment