Tuesday, October 17, 2006

say whattt?

If only you can tell what’s beneath their mind,
It’ll make a whole lot of difference on this field we call work

If only they don’t act as if they know what’s best for their ad
And appreciate the load of mind power we’ve commited
Just for the sake of a great execution and their satisfaction
It’ll give everybody on the team a one stress-free day

If only they have the guts to notice how their meaningless revision and unreasonable behaviour on giving deadlines make huge impact on what should’ve been perfect rather than “just OK”
It’ll be one heck of a success for everybody

But of course, still they are what they are..
Nevertheless, working in the field where taste is the only measurement
Fighting your idealism up for a bag loads with perfection
Is the only way to survive all the “if only…”

"enjoy the ride and don't complain"

Wednesday, October 11, 2006

36


on the 36th month
your hands holding mine,
here's what i've got to say..





after all the togetherness reached the longest time
after all the tears, joy, laughter, anger, fear, hope,

and difference find peace and become one destination
after all there is, let's just last longer
and become our own finest coffee beans

happy three years of cheers baby..


Together we will go our way, together we will leave some day.
Together your hand in my hand, together we will make the plans.
Together we will fly so high, together tell our friends goodbye.
Together we will start life new, together this is what we'll do.

.......

Together we will love the beach, together we will learn and teach.
Together change our pace of life, together we will work and strive.
I love you, I know you love me; I want you happy and carefree.

.......

I know that there are many ways to live there in the sun or shade.
Together we will find a place to settle down and live with the spacewithout the busy pace back east, the hustling, rustling of the feet,I know I'm ready to leave too..

-go west/petshopboys-



Tuesday, October 10, 2006

..liebeee..



Ketika berpikir mengenai pasangan dan semua yang sudah dijalin selama ini, rasanya terlalu salah bila dikatakan kalau punya pasangan artinya ada sesorang yang selalu bisa menemani kemana saja, diajak ke pesta atau sekedar ngopi, digandeng ketika sedang jalan-jalan di mall, membukakan pintu (mobil, rumah, gedung) seperti adegan-adegan di telenovela, dan dicumbu sesukanya ketika tidak ada yang melihat.

Kekasih saya berarti lebih dari sekedar adegan-adegan telenovela, saya dan dia adalah tipikal pasangan yang modern, independen walau tanpa ditemani yang satunya, lebih dari sekedar teman ngopi dan teman yang bisa dicumbu, kekasih saya adalah sahabat yang sabar, penuh dengan perhatian yang tidak selalu verbal bentuknya, jauh dari ucapan-ucapan kata mesra dan romantis, tidak setiap hari bertemu, dan sama-sama tidak ingin menjadikan pernikahan adalah tren masa kini yang harus diikuti ketika semua orang melakukannya.

Entah berapa kali banyaknya orang-orang disekitar kami berdua yang mempertanyakan perihal kapan kami akan menikah, dan pastinya entah berapa kali banyaknya pula kami menjelaskan bahwa kami memang tidak mau menikah secepat itu, bukan tidak bisa.

Kami adalah pasangan yang percaya, bahwa suatu haripun akhirnya kami berdua akan melangkah di altar Tuhan dan bersatu sebagai rekanan sehidup semati, dengan pesta kecil yang manis tapi bersahaja, bersama keluarga dan sahabat-sahabat yang selama ini ada di sela-sela hari kami bersayang-sayangan, sebuah hari dimana semua harapan yang selama ini hanya berbentuk doa dan jerih payah menjadi kenyataan yang bisa dibingkai besar dalam kanvas dan digantung dirumah masa depan kami berdua, lengkap dengan snap shot wajah-wajah mereka semua yang kami sayang.

Dua hari lagi, saya dan dia akan merayakan tiga tahun kebersamaan kami berdua selama ini, waktu terpanjang yang pernah saya (dan dia) tempuh “bersama” seorang yang sama, rasanya lucu bila mengingat semua pertengkaran, cerita-cerita, kejenuhan, teleponan di malam hari, serta semua hal lain yang bila didaftar bisa membuat sebuah buku setebal harry potter itu bisa bertahan dalam hitungan tahun.

Ada harapan yang baru menggantikan harapan-harapan lama yang sudah tercapai, dan sepertinya akan terus begitu, namun disela-sela pergantian semua itu, biarlah sekali lagi boleh dipanjatkan doa supaya harapan-harapan baru ini diterima oleh Tuhan dan biarlah hanya Dia yang menentukan tanggal kapan kami akan mengucap janji sepasang suami istri dihadapanNya, sampai menuju hari itu, biarlah hari ini dan seterusnya, rasa sayang yang kami punya sekarang ini dibagi untuk semua yang kami sayang, sebelum kami menjadi eksklusif dan punya waktu yang lebih sedikit untuk dibagi.

sebanyak-banyaknya,
sebaik-baiknya..



Monday, October 09, 2006

to work or not to work

Motivasi setiap orang yang bekerja, seringkali tertukar antara kebahagiaan ketika melakukannya dengan berapa banyak nominal materi yang dihasilkan.
Jenakanya, sedikit dari kaum pekerja yang sadar penuh akan realita ini, termasuk juga saya.
Awalnya, saya memilih menekuni bidang pekerjaan ini adalah karena saya wanti-wanti tidak suka dengan semua bidang pekerjaan yang ada embel-embel hitung menghitung, terjerat dengan kenyataan itu, jadilah saya memilih desain sebagai semata-mata sumber penghasilan masa depan.


Lambat laun ketika melewati masa kuliah yang penuh dengan kegembiraan, saya menyadari, inilah tempat saya sesungguhnya, dimana saya bisa bebas bereksplorasi dengan semua yang selama ini saya cintai. Mulai dari menggarap ide dari nol, melayout desain sampai eksekusi akhirnya, hingga memanage semua orang terkait hingga proyek yang dikerjakan sukur-sukur bisa membuat klien puas pada akhirnya (dan besok-besok kembali lagi memberikan proyek baru…)

Tidak jarang selama tiga tahun menekuni bidang ini, ada stress, pusing, kesel, dan semua pikiran negative lainnya yang menghantui aktivitas “cari uang” ini dan membuat saya lebih sering ngedumel daripada bersyukur, lebih sering mengeluh daripada berusaha, lebih sering tinggi hati dengan segala dalih “keperfeksionisan” saya daripada rendah hati dan menerima semua ketidaksempurnaan hasil akhirnya. Semua hal negative yang ujung-ujungnya sering membuat saya menyesali semua yang sudah mati-matian saya kerjakan jadi tidak punya pertahanan untuk maju lebih jauh lagi.

Saya lupa, akan kecintaan saya mengaduk cat poster waktu kuliah nirmana supaya jadi 24 warna gradasi sempurna, akan kegemaran saya tempel sana tempel sini dan menjadikan sebuah karya “my so called art and craft”, akan semangat ’45 untuk bergadang demi menyelesaikan kerjaan bertumpuk yang “moneyless” hanya karena senang dengan produknya. Semua hal yang dibuat blur karena tenggat waktu, klien, dan si maha besar “uang”.

Seorang sahabat pernah berkata “don’t ever forget all the small stuffs that looks unimportant, because like it or not, you’re one of the person I knew that was built from all of that”. Selama ini saya kurang tarik nafas panjang dan mengistirahatkan mata serta pikiran saya untuk menyadari betapa sesungguhnya saya mencintai pekerjaan yang saya tekuni sekarang ini. Ada masanya semua hal-hal kecil ini seperti jauh bahkan lebih sering ga kelihatan. Tapi mereka semua selalu ada, dan ga pernah pergi, saya Cuma sering lupa memberikan kesempatan semua hal tersebut hadir kembali, entah hanya sebagai memori manis, atau sebagai contoh pengalaman. Semua hal mulai dari hobi saya membaca, menempel, menggunting, begadang, semua hal yang sebenarnya adalah alasan kenapa seharusnya saya bekerja karena kecintaan akan pekerjaan, bukan sebagai kewajiban untuk mengumpulkan uang di bank.

Dengan rendah hati, saya bersyukur atas mereka yang selalu ada untuk saya, ketika bahkan perilaku saya dikatakan berubah, mereka selalu menerima tanpa bantahan, ketika saya lupa akan semua hal kecil itu, mereka serta merta menjadi alarm yang mengingatkan, ketika saya tidak bisa melihat karena benturan masalah, mereka memberikan jawaban terbaik dengan alasan yang jelas,ketika pada akhirnya saya lebih logis memandang hidup, mereka menjadi pembangkit emosi yang pada akhirnya membuat saya menangis.mereka adalah bagian paling besar dari hal-hal kecil yang menyeimbangkan kinerja otak kiri dan otak kanan saya. Mereka adalah orang-orang terbaik yang selalu ada di hati saya, dan selalu menempati area paling spesial di dalamnya, tidak pernah kurang selalu lebih.

Mereka adalah Sahabat-sahabat terbaik saya, wanita-wanita independen tempat saya bersandar, bercerita, marah-marah, menangis dan tempat saya berbagi semua hal kecil berharga lainnya.



Work is love made visible, and if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy –kahlil gibran