Ketika cita cita akhirnya Cuma jadi sebatas mimpi, mungkin ada baiknya kita berkaca dengan cermin yang exxxtra (x nya perlu sampai 3 memang) besar dan bertanya sesungguhnya sudahkah berusaha sampai konsep tidur bukan lagi sebuah kewajiban, masuk angin adalah makanan sehari-hari, dan menganggap jenuh adalah hal yang seharusnya terjadi?
Atau enaknya bgini, mari menganalisa sebuah kisah cita-cita
Tahap pertamanya,
Perlu adanya latar belakang yang jelas dalam memilih topik cita-cita yang dituju, penjelasan detil menggunakan sub-sub bab layaknya menulis ulang skripsi yang berjudul “cita-citaku“, ada rekomendasi dari cita-cita lainnya yang sudah tercapai sebagai masukan, mungkin bisa melihat dari kisah sukses seorang donald trump (kalau bercita-cita jadi multimilioner), atau memakai sistem pendekatan door to door, mengetuk pintu-pintu (pintu hati juga bisa) dari mereka yang sudah terstempel “sukses meraih cita-cita“ dan melakukan interview hati ke hati sebagai bahan analisa.
Selanjutnya, harus diketahui SWOTnya (the damn SWOT shit!) apa strengthnya, weaknessnya, oppurtinitynya dan threatnyaaa (kali aja cita-citanya sudah dimonopoli orang lain)
Butuh diberi tenggat waktukah? Kita beri sajaa..
berapa lama? Sebulan, dua bulan, seminggu atau bahkan satu hari. Tergantung kompleksnya cita-cita yang ingin dicapai pastinya, apakah mulai dari “mentah“, atau sudah ada template yang tinggal diikuti, atau mungkin Cuma revisi sedikit. :p
bila semua sudah dilaksanakan, tinggal membuat kesimpulan akhir. Apakah cita-citanya sudah sesuai? sudah bisakah dipastikan dapat nilai A bila dilempar ke lapangan yang namanya realita? Atau ternyata setelah dipresentasikan ke dunia malah harus kembali jadi raw files yang akhirnya berbuntut dibedah total dengan konsep yang berubah?
Hum…. *elus elus dagu*
Apapun itu, yang penting prosesnya, disela-sela menggarap ide bertajuk cita-cita itu pastilah kita bertemu dengan si sahabat dekatnya kegagalan, namanya pengalaman. Yah sukur-sukur, dengan sedikit revisi sana-sini, retouch lebih lama, godok sampai sedikit gosong, bisalah menghasilkan “cita-cita” yang tepat sasaran, menang award sekaligus meningkatkan prosentase sales *acung-acung jempol*
Sesimpel itu kah sebuah cita-cita, ya bisa jadii.. *kedip mata genit*
Great dreamers’ dream are never fulfilled, they are always transcended
– Alfred lord whitehead-